Lee Jae-myung dulu buruh pabrik. Sekarang dia jadi presiden Korea Selatan dan pendukung besar crypto.
Dia tak sebut “blockchain” dalam pidatonya, tapi rencananya jelas: ETF, stablecoin, dan dana pensiun yang beli Bitcoin.
Dari bawah ke puncak
Lee dulunya miskin, lalu jadi pengacara HAM. Gagal di 2022, comeback di 2025 dengan janji: pendapatan dasar, jam kerja lebih pendek, dan hukum crypto yang ramah.
RUU DABA segera hadir
Komite Aset Digital mendorong:
Sistem persetujuan stablecoin
Regulasi mandiri untuk bursa
Aturan jelas bagi pelaku crypto
Lee juga ingin menghapus aturan “satu bursa, satu bank” dan luncurkan stablecoin terpusat yang didukung fiat. Bukan seperti proyek gagal Terra.
ETF, pensiun, dan budaya K-pop
Dia dukung ETF crypto dan ingin dana pensiun ikut masuk. Bahkan timnya berpikir untuk gabungkan stablecoin dengan K-pop buat ekspansi Asia Tenggara.
Korea Utara dan diplomasi
Lee ingin bicara damai dengan Utara. Tapi Korea Utara sering jadi biang kerok peretasan crypto.
Dia tetap dekat dengan AS dan Jepang, sambil dekati China. Banyak yang pro dan kontra.
Skandal & pengadilan
Tahun 2024 dia ditikam. Sekarang, lima kasus hukum menantinya: korupsi, uang ilegal, kebohongan kampanye.
Sidang pertama: 18 Juni. Kekebalan presiden mungkin tak bisa melindunginya.
Harapan investor tetap tinggi
Meski penuh drama, kepemimpinan Lee dilihat sebagai sinyal positif untuk dunia crypto.
