Di Bhutan, di antara kuil tua dan pegunungan berkabut, kripto mulai jadi bagian hidup.
Saat tur kripto Binance, Cointelegraph mengunjungi Thimphu dan Paro. Mereka menyaksikan turis membayar hotel dan camilan pakai Bitcoin dan USDT.
Sejak 7 Mei, Binance bekerja sama dengan DK Bank. Kini, warga Bhutan bisa membayar hotel, penerbangan, visa, dan makanan jalanan pakai BTC, BNB, atau USDT. Lebih dari 1.000 pedagang telah ikut serta.
Warga lokal masih belajar apa itu kripto. Pemandu wisata Kuenley Dorjee bilang uang tunai masih dominan, tapi minat pada digital tinggi. “Lebih mudah dan murah,” katanya.
Raja Jigme, dijuluki “Raja Naga”, mendukung inovasi. Bhutan sudah menambang Bitcoin dengan tenaga air sejak harga BTC masih $5.000. Kini mereka punya lebih dari 12.000 BTC. Tahun 2023, Bhutan umumkan proyek cadangan kripto.
Tapi, masalah besar: koneksi internet buruk. Di Thimphu dan Paro, WiFi lambat. Pengguna Reddit menyebutnya “sangat menyebalkan.”
Harapan muncul lewat Starlink. Layanan satelit ini mulai aktif sejak Februari dan tawarkan kecepatan 200 Mbps. “Kecepatan sangat penting untuk pembayaran kripto,” kata eksekutif DK Bank.
